Kissenger, Ciptakan Sensasi Berciuman Jarak Jauh Bagi Pasangan LDR

Beberapa orang mungkin saat ini sedang menjalani Hubungan Jarak Jauh, atau biasa disebut dengan LDR. Menjalani hubungan jarak jauh atau long distance relationship, memang bukan hal yang mudah. Butuh kepercayaan yang tinggi terhadap pasangan, agar hubungan tetap bisa berjalan lancar,  walau terpisah oleh jarak.

Akan tetapi, biasanya hubungan jarak jauh yang dijalani oleh sebuah pasangan, jarang yang berakhir sampai pada jenjang yang lebih serius, seperti pernikahan. Hubungan seperti ini sangat rentan dengan berbagai masalah. Bagaimana tidak, pasangan yang terpisah oleh jarak, akan sangat jarang untuk bertemu. Keduanya rentan untuk berselingkuh, karena setiap harinya mereka akan bertemu dengan orang-orang baru. Sementara pasangan sedang berada jauh, mungkin hal ini akan dimanfaatkan untuk menjalin hubungan dengan orang lain.

Sebenarnya, tantangan terbesar bagi para pasangan yang sedang menjalani hubungan jarak jauh atau LDR, adalah kurangnya interaksi fisik seperti sentuhan, belaian, atau bahkan ciuman. Setiap pasangan pasti akan merindukan interaksi-interaksi fisik tersebut. Hal ini lah yang menjadi salah satu faktor mengapa hubungan LDR tidak bisa bertahan lama.

Namun perkembangan teknologi perlahan mulai mencoba untuk memberi alternatif yang menarik, yang bisa membantu para pasangan LDR untuk melakukan kontak fisik seperti ciuman, walau terpisah oleh jarak. Jarak kini bukan lagi menjadi penghalang bagi pasangan LDR untuk berciuman. Dr Hooman Samani, direktur dari AIART Lab (Artificial Intelligence and Robotics Technology Laboratory) di Singapore, menciptakan sebuah alat untuk berciuman jarak jauh, yang disebut Kissenger.

Alat untuk berciuman ini terbuat dari karet silikon besar, yang berbentuk seperti robot kelinci. Di bagian bibirnya terdapat sebuah panel silikon yang berbentuk bibir. Silikon inilah yang akan mengirimkan gerak sensori, dari bibir pasangan sebagai simulasi ciuman. Beliau mendeskripsikan alat ini sebagai sebuah alat penghubung kontak fisik, yang memungkinkan adanya ciuman.

Konsep kissenger ini, sebenarnya sudah menjadi penelitian beberapa ahli sejak tahun 2012. Namun, hanya konsepnya saja yang menyebar ke seluruh dunia. Belum ada yang bisa menerapkannya dalam bentuk produk jadi. Akan tetapi, ide untuk menciptakan sebuah alat transfer ciuman ini semakin populer.

Seorang mahasiswa Computer Science PhD di City University London, yang bernama Emma Yann Zhang, akhirnya bisa mewujudkan konsep alat tersebut. Alat ini disebut juga sebagai Kissenger. Kissenger ini berasal dari kata kiss dan messenger yang artinya ‘penyampai ciuman’. Kissenger buatan Zhang tersebut bekerja dengan cara yang sama seperti milik Samani, namun bentuknya lebih praktis.

Jika kissenger yang diciptakan oleh Samani berbentuk robot lucu, yang terhubung dengan komputer, kissenger yang diciptakan oleh Zhang memiliki bentuk lebih praktis, seperti pelindung ponsel pintar. Ukurannya cenderung lebih besar, dan ditambahkan dengan silikon bibir, yang berbentuk oval di bagian bawahnya.

Di dalam penggunaannya, si pengguna hanya perlu memasangkan alat tersebut pada bagian bawah ponselnya. Didalam pengaplikasiannya, atau untuk merasakan sensasi berciuman dengan alat ini, si pengguna harus ‘mencium’ silikon itu, dan bersikap seolah-olah sedang berciuman dengan pasangannya. Silikon dan sensor yang tertanam di dalam silikon tersebut, akan bergerak mengikuti pergerakan bibir si pengguna. Kemudian, actuator linear kecil yang ada di dalamnya, akan meniru pergerakan bibir, dan mengirimnya kepada pengguna lain di ujung telepon. Sensasi yang ditimbulkannya adalah sensasi mencium dan dicium.

Kissenger ini awalnya diciptakan dengan tujuan untuk meniru ciuman yang romantis antar pasangan, yang sedang terjerat dalam hubungan LDR. Namun, Zhang juga mengatakan bahwa alat ini juga bisa digunakan untuk memberi ciuman dari orang tua kepada anaknya.

Kissenger yang diciptakan oleh Zhang ini memang belum sampai pada tahap yang sempurna, namun kedepannya dia bersama dengan timnya akan mencoba untuk menambahkan fitur aroma pada alat ini, sehingga pengguna juga bisa merasakan aroma khas dari pasangannya. Dia juga ingin menambahkan sensasi tekanan darah dan detak jantung penggunanya. Dengan adanya alat ini, pasangan bisa tetap menjaga keharmonisan hubungan nya walau terpisah jarak.

Teknologi memang semakin canggih, sentuhan bahkan bisa dikirim lewat sebuah aplikasi mesin atau teknologi. Namun, jika hal ini tidak didampingi dengan sikap bijaksana dalam menggunakannya, bisa berakibat kurang baik bagi anda, dan bahkan bisa merugikan orang lain. Itulah sebabnya, anda perlu menanamkan sikap yang bijaksana, dan memiliki landasan pendidikan agama yang kuat , sehingga anda bisa terhindar dari dampak perkembangan teknologi sekarang ini.