Apa Itu “Evolusi”? Berikut Ini Penjelasannya

Sering mendengar tentang seleksi alam. Ya, seleksi alam merupakan salah satu faktor yang menentukan sebuah evolusi. Dari sejak awal hingga saat ini alam telah mengalami banyak perubahan, baik perubahan suhu, susunan, bahkan pulau-pulau pun pernah bergerak dan berpindah dari tempat aslinya. Hal inilah yang disebut dengan seleksi alam. Bagi spesies, apabila spesies tersebut tidak mampu beradaptasi dan berevolusi dengan baik, maka akan ada kemungkinan spesies tersebut tidak lagi dapat berkembang dan bertahan untuk hidup.

Tentunya, teori tersebut sangat menarik untuk dipelajari apabila kamu penasaran dengan asal-usul suatu spesies atau bahkan asal usul manusia. Nah, sebelum terlalu jauh belajar mengenai teori Charles Darwin, sebaiknya kita tahu betul apa itu pengertian evolusi mendasar pada dunia biologi. Berikut beberapa penjelasan mengenai apa itu evolusi yang ada dalam dunia dan dikaji oleh ilmu biologi.

Apa Itu Evolusi?

Evolusi adalah kata yang sering kita dengar saat kita menduduki masa sekolah. Mulai dari fisika, biologi hingga sosial pun menggunakan istilah evolusi untuk menggambarkan suatu keadaan atau peristiwa yang berkaitan dengan ilmu tersebut. Evolusi berasal dari kata evolve yang artinya gulungan atau lapisan. Dalam bahasa inggris evolution artinya perkembangan bertahap.

Evolusi secara umum yaitu suatu proses perubahan yang terjadi secara bertahap atau berangsur. Perubahan ini berubah menjadi bentuk lain, bentuk biasa, dan ke dalam bentuk yang lebih baik. Sedangkan arti evolusi lainnya adalah proses perubahan dari makhluk hidup secara bertahap dengan jangka waktu yang lama menjadi bentuk yang lebih baik atau komplek dari sebelumnya.

Evolusi juga bisa diartikan sebagai proses perubahan mulai dari perkembangan ekonomi, politik, dan sosial tanpa adanya paksaan dari waktu ke waktu secara dikit demi sedikit yang dilakukan dalam jangka panjang atau cukup lama.

Ada dua macam evolusi

  • Evolusi Progresif
  • Evolusi Regresif

Jenis- Jenis Evolusi

Nah, setelah kita sudah mengetahui pengertian dari Evolusi. Kini saatnya kita akan mengetahui jenis-jenisnya. Ada dua buah jenis evolusi, pertama yaitu evolusi kosmik dan yang kedua evolusi organik atau organis.

1. Evolusi Kosmik

Merupakan evolusi yang terjadi pada lingkungan yang tidak hidup atau disebut dengan istilah lingkungan abiotik. Selain itu evolusi kosmik juga berlangsung pada lingkungan abiotik atau lingkungan yang tidak hidup. Adapun dalam teori evolusi kosmik ini dijelaskan bahwa bumi tercipta dari ledakan galaksi pada jutaan tahun yang lalu. Dan sejak saat itu bumi telah mengalami proses evolusi atau perubahan.

2. Evolusi Organik /Organis /Biologi

Pengertian evolusi organik atau biologi ini adalah evolusi yang terjadi pada makhluk hidup atau pada lingkungan biotik yang hidup dari generasi ke generasi selanjutnya.

Perkembangan Teori Evolusi

Perkembangan makhluk hidup dari asal yang sederhana menjadi makhluk hidup yang kompleks dapat diketahui dari penemuan fosil. Teori evolusi mengalami perkembangan sejak abad ke 19. Karena pada masa-masa itu telah banyak ditemukannya berbagi macam fosil dari kehidupan pra sejarah. Fosil merupakan sisa-sisa kehidupan di masa lampau yang telah membatu. Sebagai contoh adalah fosil-fosil kuda yang menunjukkan bahwa kuda mengalami tahapan perubahan-perubahan dalam jangka waktu yang relatif lama dari kuda Hyracotherium yang memiliki ukuran tubuh seperti ukuran tubuh kucing menjadi kuda Equus yang ukuran tubuhnya seperti kuda sekarang. Hal tersebut membuktikan bahwa sejatinya makhluk hidup mengalami proses evolusi.

Menurut Campbell, evolusi merupakan suatu perubahan dari generasi ke generasi dalam fre kuensi alel atau genotip populasi. Karena perubahan yang terjadi dalam satu kumpulan gen disebut evolusi dalam skala kecil, maka disebut mikroevolusi. Evolusi berlaku untuk populasi bukan individu. Dalam jangka waktu yang lama, perubahan yang terjadi juga semakin jauh.

Sehingga populasi yang semula serupa dapat dipisahkan dalam beberapa kelompok yang berbeda. Ada 3 hal yang memungkinkan terjadinya evolusi yaitu kapasitas untuk mereproduksi, kekuatan progresif yang menciptakan variasi-variasi baru dalam pola kehidupan atau mutasi, dan adanya kecenderungan untuk mengawetkan variasi-variasi yang dihasilkan oleh mutasi yaitu hereditas.

Media dari evolusi adalah populasi. Bahan baku dari evolusi adalah variasi yang menurun dan muncul diantara individu-individu dalam populasi tersebut. Mekanisme terjadinya evolusi dapat digambarkan sebagai seleksi alam yang bekerja pada variasi-variasi menurun dari populasi. Teori Evolusi Dalam bahasan evolusi, cukup banyak pendapat dari ilmuan zaman dahulu yang mencoba membuat sebuah teori tentang evolusi.

Teori evolusi sudah berusia 150 tahun dan juga telah berpengaruh besar pada pandangan hidup yang dianut oleh masyarakat. Teori ini tidak hanya mentah-mentah diterima, tetapi ada pembaruan, penyempurnaan dan modifikasi serta ada yang diterima ada yang tidak. Dan yang paling terkenal dan dikenang dalam sebuah buku khusus ‘the origin of species” yaitu teori Darwin. Berikut kita akan bahas sepintas mengenai teori-teori evolusi ini. Ada beberapa teori evolusi dari para ahli, diantaranya:

Teori Evolusi Charles Darwin

Evolusi menurut Charles Darwin dalam perkembangannya yang dikemukakan dalam teorinya bahwa evolusi terjadi dan berlangsung karena adanya seleksi alam. Seleksi alam adalah proses pemilihan secara natural kepada makhluk hidup. Artinya hanya makhluk hidup yang mempunyai variasi sesuai dengan lingkungannya yang akan bertahan, yang tidak sesuai maka akan hilang atau punah.

Darwin menolak anggapan bahwa hidup adalah hasil dari suatu ciptaan mendadak dan tidak terjadi perubahan selama berada di bumi ini. Darwin berpendapat bahwa perubahan bentuk adalah suatu yang harus terjadi. Makhluk yang hidup pada saat ini adalah keturunan dengan mengalami perubahan bertahap dari nenek moyang yang tidak serupa.

Ditekankan bahwa seleksi alam adalah factor yang menentukan arah perubahan tersebut, juga faktor penuntun. Gagasan evolusi Darwin diilhami oleh beberapa teori ahli sebelumnya seperti Lamarck. Darwin mengemukakan teorinya dalam buku “On the origin of species by means of natural selection or the preservation of favored races in the struggle for life”, diterbitkan pada tahun 1859.

Terdapat 4 hal pokok dalam teori Darwin, yaitu:

a. Adanya variasi

Di dalam suatu populasi, individu-individu menunjukkan beberapa variasi. Misalnya, tidak semua biji dari satu jenis tumbuhan mempunyai warna yang persis sama. Beberapa diantaranya lebih muda atau lebih tua daripada warna yang lain.

b. Over produksi

Populasi-populasi cenderung untuk menghasilkan lebih banyak keturunan daripada yang dapat terus hidup (survival), karena terbatasnya sumber-sumber kehidupan.

c. Struggle for existence or survival of the fittest

Keturunan-keturunan yang dilahirkan oleh induknya harus berjuang dalam usaha untuk memperoleh sumber-sumber yang tersedia.

d. Enheritance for variation

Diantara kturunan-keturunan itu, individu yang paling sesuai dengan lingkungannya akan terus hidup.karena seleksi dari individu yang terus hidup tadi diseleksi oleh lingkungannya.

Pada saat tersebut, Darwin belum mampu menjawab pertanyaan tentang asal usul variasi individu. Daalam bukunya pada bab “difficulties of the theory”, Darwin mengemukakan kesulitan-kesulitan tentang teori evolusinya. Kesulitannya adalah catatan fosil dan organ rumit makhluk hidup misalnya mata yang tidak mungkin dijelaskan dengan konsep kebetulan, 6 tahun kemudian, barulah pertanyaan tentang asal usul variasi tersebut dapat dijawab dengan ditemukannya hokum kebakaan mendel.

Salah satu aspek diri Darwin yang terpenting, namun tidak banyak diketahui adalah pandangan rasisnya. Darwin menganggap orang kulit putih Eropa lebih “maju” dibandingkan ras-ras lainnya. Dalam bukunya “the descent of man”, Darwin menyatakan “ dimasa mendatang, tidak sampai berabad-abad lagi, ras-ras manusia berabad hampir dipastikan akan memusnahkan dan menggantikan ras-ras biadab di seluruh dunia. Pada saat yang sama, kera-kera antropomorfus (menyerupai manusia) tak diragukan lagi akan musnah.

Selanjutnya jarak antara manusia dengan padanan terdekatnya akan lebih lebar, karena jarak ini akan memisahkan manusia dalam keadaan lebih beradab kita berharap bahkan lebih dari Kaukasian dengan kera-kera serendah babun. Tidak seperti sekarang yang hanya memisahkan Negro atau penduduk asli Australia (aborigin) dengan gorilla”.

Pendapat Darwin yang tidak masuk akal itu tidak hanya dijadikan teori, tetapi juga diposisikan sebagi dasar ilmiah paling penting bagi rasisme. Hal ini dikenal dengan darwinisme social yang berpendapat bahwa ras-ras manusia berada pada tingkatan berbeda-beda pada tangga evolusi dan ras Eropa yang paling maju diantara semua ras. Sedangkan ras-ras lainnya masih memiliki cirri-ciri kera.

Berbeda dengan penolakannya pada teori Jean Baptiste Lamarck, Weismann menguatkan teori Darwin, gen untuk leher panjang jerapah bersifat dominan, gen untuk leher pendek bersifat resesif. Menurut Weissman perubahan sel-sel tubuh akibat pengaruh lingkungan tidak diwariskan pada keturunannya. Evolusi menyangkut pewarisan gen-gen melalui sel-sel kelamin. Hal ini bermakna bahwa evolusi berkaitan dengan gejala seleksi alam terhadap faktor-faktor genetik.

Teori Evolusi Jean Baptiste Lamarck

Lamarck pada tahun 1890 mencoba menjelaskan evolusi dengan teorinya tentang “diwariskannya sifat-sifat yang diperoleh (acquired)”. Idenya mengenai evolusi dituangkan dalam bukunya “philosophic zoologique”. Ada 4 hal pokok yang dapat diambil dari teori tersebut, yaitu:

  • Lingkungan menyebabkan kebutuhan akan beberapa struktur tertentu pada organisme
  • Organisme mencoba untuk memenuhi kebutuhan tersebut
  • Sebagi respon terhadap usaha tersebut, struktur organism berubah (organ yang digunakan akan berkembang sedangkan yang tidak digunakan akan menyusut).
  • Perubahan struktur organisme ini diwariskan kepada generasi berikutnya. Sifat-sifat yang diperoleh akan diwariskan kepada keturunannya.

Contoh klasik pada teori Lamarck adalah pertumbuhan leher jerapah. Teori ini tidak dapat bertahan karena tidak dapat dibuktikan. Kesalahan Lamarck adalah menganggap bahwa variasi yang diperoleh tidak berdasarkan gen akan diwariskan. Padahal sifat-sifat yang diperoleh tidak diwariskan karena sifat tersebut adalah efek yang dihasilkan oleh lingkungan serta pertumbuhan, bukan oleh gen. Teori ini dipatahkan oleh pendapat weisman.

Weismann berpendapat bahwa perubahan sel tubuh akibat pengaruh lingkungan tidak diwariskan kepada keturunannya, sedangkan Lamarck berpendapat sebaliknya. Weissman membuktikan teorinya dengan menggunakan tikus. Weissman mengawinkan dua ekor tikus yang masing-masing ekornya telah dipotong. Kemudian anak-anak tikus yang sudah dewasa tersebut dipotong ekornya dan dikawinkan dengan sesamanya. Hasilnya tetap anak-anak tikus yang berekor. Weissman melakukan percobaan ini hingga 21 generasi tikus dan hasilnya tetap sama.

Teori Abiogenesis Aristoteles (384-322SM)

Tokoh teori Abiogenesis adalah Aristoteles (384-322 SM). Dia adalah seorang filosof dan tokoh ilmu pengetahuan Yunani Kuno. Teori Abiogenesis ini menyatakan bahwa makhluk hidup yang pertama kali menghuni bumi ini berasal dari benda mati.

Contoh:

  • Ikan dan katak berasal dari lumpur.
  • Cacing berasal dari tanah
  • Belatung berasal dari daging yang membusuk.

Walaupun telah bertahan selama ratusan tahun, tidak semua orang membenarkan paham abiogenesis. Orang –orang yang ragu terhadap kebenaran paham abiogenesis tersebut terus mengadakan penelitian memecahkan masalah tentang asal usul kehidupan.

Untuk menjawab keragu-raguannya terhadap paham abiogenesis, Francesco Redi mengadakan percobaan. Pada percobaannya Redi menggunakan bahan tiga kerat daging dan tiga toples. Selanjutnya ketiga stoples tersebut diletakkan pada tempat yang aman. Setelah beberapa hari, keadaan daging dalam ketiga stoples tersebut diamati.

Teori Evolusi De Vries

Hugo de vries (1848-1935) seorang ahli tumbuhan bangsa Belanda, menyatakan “evolusi tidak berlangsung melalui akumulasi variasi kebetulan, tetapi evolusi itu berlangsung karena munculnya suatu seri perubahan dalam plasma sel benih (perubahan genetic) yang disebut mutasi. Perubahan-perubahan tidak setara dengan variasi individual. Sejak tahun 1875, ahli botani mempelajari proses-proses dalam plasma benih dan hubungannya dengan reproduksi. Dari hasil penelitian, diperoleh asal-usul variasi-variasi yang diwariskan dan semua proses genetic sangat penting dalam proses evolusi.

Teori Evolusi (Pendapat Harun Yahya)

Teori Darwin dianggap sebagai teori evolusi yang “paling diakui” saat ini. Teori Darwin menyatakan bahwa kehidupan telah mengalami perubahan atau berevolusi melalui dua mekanisme alamiah yaitu “seleksi alam” dan “mutasi”. Tetapi, jika teori diteliti secara mendalam ternyata mekanisme evolusi semacam ini tidak pernah ada, karena tidak ada sangkut pautnya antara kehidupan di bumi ini dengan seleksi alam maupun mutasi.

Sejak pertama sekali teori Darwin tersorot, tidak pernah ada bukti lainnya atau bukti tambahan dikemukakan yang menunjukkan bahwa seleksi alam telah menyebabkan makhluk hidup berevolusi. Seorang senior ahli dalam bidang paleontologi Colin Patterson yang juga seorang evolusionis terkemuka, menegaskan bahwa seleksi alam tidak pernah ditemukan memiliki kekuatan yang menyebabkan sesuatu berevolusi. “Tidak seorang pun pernah menghasilkan suatu spesies melalui mekanisme seleksi alam, bahkan sekedar untuk mendekatinya” pernyataan inilah yang menuai perdebatan antara para ahli.

Seleksi alam menyatakan bahwa makhluk-makhluk hidup yang lebih mampu menyesuaikan diri dengan kondisi alam habitatnya akan mendominasi dengan cara memiliki keturunan yang mampu bertahan hidup, sebaliknya yang tidak mampu akan punah. Coba pahami contoh ini, dalam sekelompok bison yang hidup dalam ancaman pemangsa, secara alamiah bison yang mampu berlari lebih kencang akan bertahan hidup. Hal ini benar tetapi jika dikaitkan dengan seleksi alam maka dapat ditelaah hingga kapan pun proses ini berlangsung, tidak akan membuat bison berubah menjadi spesies lainnya.

Kita akan melihat bahwa contoh-contoh seleksi alam yang dikemukakan evolusionis hanyalah usaha untuk mengelabui. Dalam buku The Origin of Species, Darwin menyatakan bahwa paus berevolusi dari beruang yang berusaha berenang. Darwin telah membuat kesalahan besar dan fatal menganggap bahwa kemungkinan variasi dalam spesies tidak terbatas. Ilmu pengetahuan abad ke-20 telah menunjukkan bahwa teori evolusi ini hanya khayalan.

Sejak pertama kali dirumuskan, teori evolusi telah menjadi alat utama bagi indoktrinasi filsafat materialis. Mereka yang berusaha keras untuk mempertahankan teori evolusi agar tetap hidup. Ahli biologi evolusionis Amerika Michael Walker, membuat pengakuan mengejutkan. “Seseorang akan terpaksa menyimpulkan bahwa banyak ilmuwan dan ahli teknologi menjadi penganut teori Darwin hanya karena teori tersebut dianggap meniadakan Sang Pencipta”. Dapat kita simpulkan juga dari beberapa contoh berikut bahwa teori evolusi Darwin adalah sepenuhnya khayalan.

Fosil udang karang 146 juta tahun lalu bentuknya sama dengan yang sekarang kita jumpai. Fosil bintang laut 420 juta tahun lalu sama dengan bintang laut yang kita jumpai sekarang. Tidak hanya itu saja, rekayasa evolusi oleh manusia juga terjadi. Berikut kita bahas satu persatu:

Manusia purba Neanderthal, semua penemuan menunjukkan bahwa Neanderthal tidak memiliki perbedaan dengan normal dan tegap zaman sekarang. Erik Trinkaus seorang antropolog New Mexico University mengatakan “Pembandingan secara rinci sisa-sisa rangka Neanderthal dengan rangka manusia modern menunjukkan kemampuan yang sama dalam gerak, manipulasi, kecerdasan atau berbahasa dengan manusia modern”. Para evolusionis mengerahkan segala daya upaya untuk menampilkan gambar khayalan, seperti ini banyak dijumpai pada buku pelajaran.

Tengkorak Manusia Piltdown, dikemukakan kepada dunia selama lebih dari 40 tahun sebagai bukti terpenting terjadinya “evolusi manusia”. Tetapi, tengkorak ini ternyata hanyalah sebuah kebohongan ilmiah terbesar dalam sejarah dan terbongkar melalui uji fluorin.

Jika lapisan-lapisan bumi diteliti secara lebih lanjut, akan terungkap bahwa kehidupan di bumi muncul secara tiba-tiba. Banyak spesies makhluk hidup yang berbeda muncul secara tiba-tiba dan dalam keadaan telah lengkap pada zaman Kambrium. Penemuan ini adalah bukti meyakinkan adanya penciptaan. Seorang pakar zoologi Oxford, Richard Dawkins salah satu pendukung terkemuka teori evolusi di dunia, membuat pengakuan sebagai berikut “Mereka (spesies di Zaman Kambrium) seolah-olah ditempatkan begitu saja disana, tanpa melalui sejarah evolusi.” Yang artinya para evolusionis pun sudah mulai mengambil langkah mundur untuk teori evolusi. Jadi, masihkah anda percaya dengan teori evolusi?

Nampaknya, pengertian evolusi dalam dunia biologi sangat penting guna menganalisis berbagai hal yang berkaitan dengan gen dan sifat species. Misalnya, kita dapat mencari dan mengurutkan hingga ditemukan nenek moyang dari suatu spesies asli sebelumnya. Untuk itu sampai sinilah pembahas kita kali ini. Semoga ini dapat menambah wawasan.